Setiap
kali ia dikeluarkan dari sekolahnya. Orang tua Baby sudah tidak peduli
lagi kepadanya. Apalagi, di sekolah ia tidak mempunyai teman. Meskipun
ia anak yang bandel tapi, sebenarnya ia sangat tertekan menjadi anak
broken home seperti sekarang. Ia, sangat ingin…sekali mendapatkan
seorang sahabat yang baik dan mengertinya apa adanya. Bukan hanya
memandang kekayaannya seperti teman-teman yang lainnya dulu.
Karena
Baby sering bertengkar dengan temannya. Ia pun di pindahkan sekolahnya
ke SMA Mahakarya. Sebenarnya, ia sudah bosan karena harus
berpindah-pindah sekolah terus. Tapi, karena perbuatannya yang menurut
sekolah mencemarkan nama baik sekolah itu jadi dengan terpaksa ia harus
pindah sekolah.
Saat
hari pertama masuk sekolah. Baby pusing mencari kelasnya. Ia pun masuk
ke ruang guru. Untungnya di sana ada bu Lily wali kelas yang akan di
tempati oleh Baby.
“Maaf bu, saya anak baru disini saya mau menanyakan kalau kelas 8b di mana yach?”, tanya Baby dengan nada tidak sopan.
“Oh,
kamu anak yang baru pindah itu yach kalau begitu kebetulan. Ibu adalah
wali kelas kamu. Mari bareng dengan ibu!”, jawab Bu Lily.
Setelah
sampai di depan kelas. Bu Lily membuka pintu. Lalu semua pandangan
tertuju kepada Baby. Orang orang di kelas belum mengenalnya.
“Nah,
anak-anak perkenalkan ini anak baru di kelas kita namanya Baby. Baby
ini pindah dari sekolahnya yang lama. Ayo Baby perkenalkan diri kamu!”,
ucap bu Lily.
“Mmm…Perkenalkan
nama saya Baby Lestari. Saya pindah kesini karena katanya di sini
orang-orangnya baik. Terimakasih.”, ucap Baby singkat.
“Baby kamu duduk dengan Marry!”, suruh bu Lily.
Baby
pun berjalan menuju bangku Marry. Marry adalah seorang cewek cantik,
baik and pintar. Ia pun orangnya ramah kepada siapa pun.
Saat
pelajaran berlangsung Marry tampak sangat senang bisa duduk dengan
Baby. Baby pun demikian mereka berdua sangat akrab. Jam istirahat pun
tiba. Marry mengajak Baby pergi ke kantin. Di kantin mereka mengobrol
dengan sangat asyik.
“Baby, kamu emang kenapa pindah dari sekolah yang dulu saya rasa yang kamu ucapkan tadi bohong dech???”, tanya Marry.
“Sebenarnya aku pindah sekolah karena bertengkar dengan temanku sendiri. Jadi, aku dipindahkan ke sini.”, jawab Baby.
“Bab, kamu punya kakak atau adik mungkin?”, tanya Mary.
“Aku ini anak tunggal yang sangat malang nasibnya.”, jawab Baby dengan suara yang lemah.
“Maksudnya???”, tanya Marry keheranan.
“Aku
ini dulu anak yang sangat bahagia semua keinginnku pasti akan terpenuhi
semua kasih sayang, cinta dan semua hal yang membuatku bahagia bisa aku
dapatkan. Tapi sayang saat aku beumur 10 tahun ayahku selingkuh dengan
wanita lain. Sehingga, ibu tak pernah peduli kepada keluarganya termasuk
aku begitupun ayah. Mereka, hanya memberiku uang saja padahal aku ingin
kasih sayang seperti dulu. Sekarang aku menjadi anak broken home yang
bandel”, ucap Baby dengan nada sedih.
“Kamu
nggak usah sedih kayak gitu lagi! lagian masih banyak kok orang yang
mau biak sama kamu termasuk aku. Menurutku meskipun masa lalumu suram
kamu nggak usah menjadi anak bandel seperti sekarang. Lebih baik kamu
manfaatin hidup kamu sekarang karena hidup itu hanya satu kali”, ucap
Marry dengan sangat ramah.
“Tapi,
kamu ggak ngerti perasaan aku. Aku tuh sedih dan terpukul atas kelakuan
orang tuaku. Kenapa mereka tega melakukan itu. Dan kamu pasti kamu mau
temenan sama aku Cuma karena aku ini orang kaya yang selalu punya uang”,
ucap Baby dengan nada tinggi.
“Ya..Allah
Bab kok kamu ngomong gitu sih. Aku tuh serius pengen temenan sama kamu.
Ya udahlah kalau kamu udah mulai males ngomongin hal itu.
Ngomong-ngomong kamu mau ikutan ekskul apa???”Ucap Marry.
“Aku nggak tau tuh mau ikutan ekskul apa emang kamu ikutan ekskul apa Mar”, tanya Baby.
“Kalau
aku sih ikutan ekskul club pecinta alam. Rencananya sich besok kita
akan pergi menaiki gunung Berjo. Apakah kamu mau ikut?”, ucap Marry.
“Mmmm…..boleh,
boleh aja sih aku kan seneng banget naik gumung kayak gitu. Kalau gitu
anterin aku daftar dong ekskulnya dong!.”, jawab Baby.
“Iyaa…Tapi, nanti sesudah kita shalat dzuhur pulang sekolah”Ucap Marry.
“Oke lah Marr”, jawab Baby.
Bel
masuk pun berbunyi mereka masuk ke kelas berdua. Begitupun saat
pulangnya. Saat menuju masjid sekolah untuk Shalat. Baby mulai merasa
ragu karena sudah lama ia tidak shalat Marry pun mengjarkannya cara
berwudlu dan shalat lalu mengantarkannya ke tempat pendaftaran ekskul
club pecinta alam.
“ Bob, kenalin ini anak baru ia mau ikutan ekskul ini. Boleh yaach!!!!”, pinta Marry kepada ketua ekskul itu.
“ Boleh kok. Emang namanya siapa dan dari kapan dia pindah???”, tanya Boby.
“Oh, namanya Baby, dia baru masuk sekarang.”, jawab Marry.
“Kalau begitu besok kalian datang dan bawa peralatan naik gunung jam 07.00 di lapangan basket.” , ucap Boby.
Baby
mengajak Marry main ke rumahnya untuk membereskan barang-barang untuk
besok bersama-sama. Saat sampai di rumah baby Marry sangat terkejut
karena rumah Baby sangat bagus dan besar. Sedangkan, rumah Marry kecil
dan jelek.
“Bab rumahmu bagus banget.”, ucap marry dengan terkagum-kagum.
“Ah….ini mah sih biasa aja lagi marr!”, ucap Baby.
Mereka
berdua pun masuk kedalam kamar Baby disana barng-barang nya sangat
antic dan mahal. Jadi, Marry sangat takut untuk merusaknya. Karena waktu
sudah menunjukkan waktunya untuk shalat Ashar. Marry pun mengajak Baby
untuk shalat dulu.
Setelah
selesai shalat. Marry pamit pulang karena ia tidak boleh pulang lebih
dari jam 04.00 sore. Baby merasa sedih karena Marry akan pulang. Tapi
masa Baby harus merengek kepada Marry supaya janga pulang.
1
jam pun berlalu Baby sangat senang pada saat itu, hari pun berganti
malam Baby pun ingin cepat tidur agar besok ia bisa bangun pagi dan
berangkat ke sekolah tepat waktu.
Baby
mendapatkan sebuah mimpi buruk tentang seorang sahabat yang mendekat
lalu pergi begitu saja dan Baby tidak tahu mengapa orang itu pergi
begitu saja. Ia menganggap itu hanya mimpi buruk saja yang bisa
dialaminya.
Saat
ia terbangun dari tempat tidurnya sudah terlihat banyak SMS dari Marry
untuk dirinya yang isinya mengatakaan agar Baby segera shalat Shubuh.
Untungnya jam baru menunjukkan pukul 05.00 pagi masih ada waktu untuk
shalat.
Setelah selesai shalat, Baby langsung mandi, sarapan dan pergi ke sekolah membawa tas yang kelihatannya sangat berat. Ia
menyetop taxi di depan rumahya padahal biasanya Baby selalu ingin
diantar oleh supirnya. Semua orang dirumahya keheranan melihat sikap
Baby yang berubah derastis sejak berteman dengan Marry.
Saat sampai disekolah ia mencari Marry. Dan bertemunya di kantin sekolah.
“ Bab kita di suruh membuat regu 1 kelompok itu 2 orang!”, ucap Marry.
“Kalau begitu kita sudah siap donk.”, ucap Baby.
“Tapi Bab kok perasaanku kok jadi gak enak kaya gini yah?”, ucap Marry.
“Ah…itu Cuma pirasat doang kok.”, jelas baby.
Mereka
pun mulai berangkat bareng dengan rombongan. Saat di perjalanan mereka
beristirahat dulu karena sudah agak jauh mendaki dan hari sudah sangat
panas. Marr ayo kita shlat berjamaah, disana ada mesjid tuh.
Saat hendak berjalan ke mesjid. Tiba-tiba Boby menyusul dari belakang.
“Hey! Kalian mau kemana?”, tanya Boby.
“Oh…kita amu ke masjid kamu mau ikut kita shalat bareng yuk!”, ucap Baby.
“Boleh. Kita shalat berjamah yuk dan aku imamnya.”, ucap Boby.
Mereka
bersama-sama shalt dan pulang l;agi ketempat istirahat. Hari jadi agak
mendung. Mereka pun memutuskan untuk membuat tenda disitu. Karena
tempatnya lumayan aman.
Saat matahri akn terbenam Baby mengajak Marry melihat sunset.
“
Bab aku mau gomong sama kamu. Aku seneng banget deket sama amu. Kamu
itu anak yang baik pintar lagi. Yah meskipun masa lalu kamu buruk aku
teep pengenbanget temenan sama kamu selamanya.”, ucap Marry dengan nada
serius.
“apalagi
aku Marry. Aku nggak pernah ngerasain senang seperti ini aku seperti
melayang di udara. Hidupku menjadi terasa ringan setelah ada kamu. Kamu
mau janji sesuatu kan sama aku. Kita ini harus jadi sahabat yang nggak
akan pernah berpisah selamanya.”, ucap Baby.
“Yah…aku janji. Dan inget pesan aku kamu jangan pernah tinggalin shlat karena itu sangat penting Bab!’, ucap Marry.
“ Siap bosss.”, ucap Baby.
Hari
pun semakin malam rombongan kemah pun banyak yang sudah ngantuk lalu
tidur di tendanya masing-masing. Begitupun Marry dan Bay.
Saat hari esok tiba mereka pun melanjutkan
pendakain. Batu demi batu mereka lalui. Tapi tiba-tiba tali pengaman
Marry putus. Spontan aku berteriak menahan Marry dan kupegang tangannya.
Semua orang malah melihatku dan menjerit-jerit kaget melihatnya. Marry
sudah tidak kuat pegangan kepadaku. Ia pun melepaskan tangannya perlahan
dari tanganku. Hatiku punmerasa jatuh bersama Marry.
“Marr
kok kamu lepasin peganngannya. Kamu jangan pergi duluan kita kan udah
janji untuk menjadi sahabat selamanya. Jadi, kamu jangan pergi duluan.
Kamu jahat Marry.”, ucap Baby tersedu-sedu.
Semenjak
kejadian itu setiap hari Baby tak pernah lupa untuk shlat lima waktu.
Ia pun menjadi wanita berkerudung. Tapi, sayang karena ia terlalu shok
dan stress karena memikirkan Baby ia pun meninggal dunia dan makamnya di
kuburkan di samping makam Marry yang telah meninggal lebih duluan dari
Baby.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar